Cara Membuat Jaringan Peer to Peer (Pros & Cons)

Jaringan peer to peer (P2P) jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia maka menjadi ujung ke ujung. Istilah ini bisa didefinisikan sebagai tipe jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan lainnya tanpa perlu server. Jadi, semua komputer yang terhubung punya posisi yang sama.

Dalam jaringan jenis ini, prioritas utamanya adalah sharing service dan resource. Dengan begitu, proses transfer data bisa dilakukan lebih cepat. Simak penjelasan lebih lengkap mengenai peer to peer network hanya di sini.

Cara Membuat Jaringan Peer To Peer

Cara Membuat Jaringan Peer to Peer

Membuat jaringan P2P tidak terlalu sulit, prosesnya juga tidak begitu panjang. Awali dengan persiapan, kemudian konfigurasi, pengetesan, dan jaringan P2P siap pakai.

· Persiapan

Di tahap pertama, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan. Berikut ini rincian lebih lengkapnya.

  • Dua buah laptop atau PC yang akan dihubungkan
  • Kabel LAN jenis crossover

Apabila kamu belum memiliki kabel LAN jenis crossover, maka harus melakukan pembuatan terlebih dahulu. Sehingga kamu butuh lebih banyak alat seperti:

  • Crimping tool
  • Kabel LAN UTP
  • Konektor RJ45
  • LAN Tester

Setelah itu, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuat kabel LAN Crossover.

  • Potong kabel LAN menggunakan pemotong di crimping tool.
  • Kupas kedua ujung kabel LAN hingga tampak warna-warna kabel di dalamnya.
  • Di ujung yang pertama, susun warna sebagai berikut dari kiri ke kanan:
    • Oranye putih
    • Oranye
    • Hijau putih
    • Biru
    • Biru putih
    • Hijau
    • Coklat putih
    • Coklat
  • Pastikan ujung kabel kecil tersebut lurus dan masukkan ke dalam konektor RJ45. Jepit dengan crimping tool.
  • Untuk ujung satunya lagi, susun dengan warna berikut ini:
    • Hijau putih
    • Hijau
    • Oranye putih
    • Coklat putih
    • Coklat
    • Oranye
    • Biru
    • Biru putih
  • Pastikan ujung kabelnya lurus dan hubungkan dengan konektor RJ45, jepit hingga berbunyi klik.
  • Lakukan pengetesan dengan LAN Tester. Jika semua lampu menyala, artinya kamu berhasil membuat kabel crossover.

· Konfigurasi

Jika semua peralatan sudah disiapkan, sekarang kamu bisa mulai melakukan konfigurasi sebagai berikut:

  • Hidupkan kedua laptop kemudian hubungkan kabel LAN yang tadi sudah dipersiapkan.
  • Klik kanan pada ikon jaringan yang ada di taskbar, kemudian pilih opsi Open Network and Sharing Center.
  • Kemudian ada jendela yang muncul, klik Change adapter settings.
  • Klik kanan pada Local Area Connection lalu pilih Properties.
  • Masukkan data berikut ini:
    • IP Address laptop 1: 192.168.1.5
    • Subnet mask: 255.255.255.0
    • Default gateway: 192.168.1.1
  • Tekan OK.
  • Lakukan langkah 2 sampai 6 pada laptop kedua namun IP Address yang harus kamu masukkan adalah 168.1.6
  • Ubah nama network menjadi Workgroup di kedua laptop. Menu ini dapat diakses pada System Properties.
  • Restart
  • Masuk lagi ke Network & Sharing Center, kali ini pilih Change advanced sharing settings.
  • Pilih turn on untuk semua opsi.

· Pengetesan

Lakukan pengujian menggunakan Command Prompt. Di laptop pertama, kamu harus mengetik perintah ping 192.168.1.6. Sementara dari laptop kedua, masukkan perintah ping 192.168.1.. Jangan lupa tekan enter. Jika muncul Reply, artinya kamu berhasil membuat jaringan P2P.

Karakteristik Jaringan Peer To Peer

Ada beberapa karakteristik atau ciri khas yang dimiliki oleh jaringan peer to peer yang membedakannya dengan jaringan lainnya. Berikut ini beberapa karakteristiknya.

  • Tidak memiliki komputer yang berperan sebagai server.
  • Semua komputer yang terhubung di dalam jaringan p2p adalah server sekaligus client. Jadi, posisinya setara, tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah.
  • Tidak punya kontrol khusus yang berkaitan dengan security setting atau pengaturan keamanan jaringan.
  • Tidak butuh spesifikasi komputer khusus supaya bisa terhubung ke dalam jaringan.

Dengan empat karakteristik di atas, jaringan P2P relatif lebih mudah dibuat. Kamu juga tidak memerlukan perangkat tambahan seperti hub karena masing-masing komputer sudah terhubung melalui kabel UTP. Masing-masing perangkat hanya perlu memiliki kartu jaringan.

Kelebihan Jaringan Peer To Peer

Berikut adalah 7 keunggulan atau kelebihan yang dimiliki oleh jaringan P2P.

  • Mudah untuk dibuat.
  • Tidak butuh biaya besar.
  • Lebih efisien.
  • Semua komputer punya peran yang sama, sebagai klien sekaligus server.
  • Tidak butuh admin khusus untuk maintenance jaringan.
  • Tidak perlu sistem operasi dan aplikasi khusus untuk membuat jaringan ini.

Kelemahan Jaringan Peer To Peer

Setiap jenis jaringan tentu memiliki kelemahan dan berikut ini adalah hal-hal yang menjadi kekurangan dari jaringan P2P.

  • Hanya cocok untuk jaringan skala kecil, kurang sesuai jika diaplikasikan untuk skala lebih besar.
  • Tingkat keamanan rendah.
  • Data dibackup di masing-masing komputer.
  • Sulitnya proses troubleshooting.
  • File sharing dapat memperlambat kinerja komputer.
  • Harus melatih semua user supaya bisa menjadi administrator.

Topologi Jaringan Peer To Peer

Topologi Jaringan Peer To Peer

Peer to peer kerap diidentikkan dengan topologi bus karena bentuk koneksinya yang mirip, yaitu semua komputer saling terhubung satu sama lain. Namun keduanya tidak bisa dikatakan identik karena pola komunikasinya sangat berbeda.

Topologi bus tidak memiliki server dan client khusus karena semua  komputer dalam jaringan ini punya posisi dan peran yang setara. Sementara dalam topologi bus terdapat satu komputer yang berperan sebagai server.

Artinya, komputer yang menjadi server tersebut menerima request dari client kemudian memberikan server sesuai permintaan. Sementara di topologi peer to peer, semua komputer bisa melakukan request sekaligus memberikan service.

Perbedaan Jaringan Peer To Peer dan Client Server

Supaya lebih jelas dalam memahami perbedaan antara jaringan P2P dengan topologi bus (client server), kamu bisa membacanya pada tabel di bawah ini.

Peer to Peer Client Server
Tidak ada komputer khusus yang berperan sebagai server maupun client. Memiliki server khusus sementara komputer lainnya berperan sebagai client.
Semua komputer bisa memberikan dan meminta layanan kepada komputer lain di dalam jaringan. Client hanya bisa melakukan request. Sementara komputer server memenuhi permintaan tersebut.
Lebih mengutamakan konektivitas antara peer di dalam jaringan. Lebih mengutamakan information and data sharing.
Data tersimpan di setiap komputer dalam jaringan. Komputer server menyimpan data secara terpusat.
Server disebar ke semua sistem sehingga kemungkinan server mengalami gangguan akan sangat kecil. Peluang server mengalami kendala jauh lebih besar karena hanya ada satu server yang melayani semua client.
Biaya instalasi lebih murah. Perlu biaya mahal untuk instalasi.
Tidak bisa diaplikasikan untuk jaringan skala besar. Bisa diaplikasikan untuk jaringan besar maupun kecil.

Sampai di sini bisa disimpulkan bahwa jaringan peer to peer lebih cocok digunakan untuk menghubungkan komputer di lingkup yang kecil. Misalnya untuk sharing data di satu ruangan. Biaya instalasinya sangat murah, namun memiliki kendala di keamanan.

Tinggalkan komentar