Cara Membuat Footnote dengan Benar

Footnote dalam karya tulis merupakan bagian yang sangat penting dan tidak boleh kamu abaikan. Oleh sebab itu, kamu juga harus memahami bagaimana cara membuat footnote yang benar sesuai aturan penulisan yang berlaku.

Sebenarnya membuat footnote itu tidak begitu sulit, namun ketidaktahuan akan hal-hal yang harus kamu cantumkan menjadi kendala tersendiri. Tapi kamu tak perlu khawatir karena di sini akan kita jelaskan secara lebih lengkap.

Membuat Footnote dari Jurnal

Referensi utama yang sangat sering digunakan dalam pembuatan sebuah karya tulis adalah artikel jurnal atau lebih sering disebut sebagai jurnal saja. Jurnal sendiri merupakan sebuah karya tulis yang terbuat berdasarkan penelitian.

Jurnal dapat menjadi sebuah referensi yang bisa kamu percaya karena sudah terbukti kebenarannya. Lalu bagaimana cara menulis footnote atau catatan kaki yang bersumber dari jurnal? Perhatikan tutorial cara membuat footnote di bawah ini.

1. Siapkan Jurnal

Hal pertama yang harus kamu lakukan tentu saja menyiapkan jurnal yang akan dipakai sebagai referensi. Jurnal bisa kamu dapatkan melalui internet. Untuk lebih mudah mencarinya, gunakan Google Scholar dan cari menggunakan keyword sesuai tema atau bahasan yang kamu inginkan.

Jika sudah menemukan jurnal sesuai kebutuhan, buka file tersebut untuk menemukan judul artikel, penyusun, nama jurnal, tahun penerbitan, dan sebagainya.

2. Cari Bagian yang Akan Diberi Footnote

Langkah berikutnya adalah membuka file karya tulis yang sudah atau akan kamu buat. Temukan bagian yang akan kamu beri footnote. Perlu kamu pahami bahwa footnote atau catatan kaki ada dua bagian, yaitu di dalam teks dan keterangan di bagian bawah halaman.

Nah, langkah kedua adalah menemukan bagian di dalam teks karya tulis yang akan kamu beri footnote. Pastikan kamu tidak salah dalam memilih bagian ini, ya.

3. Membuat Footnote Sesuai Formal

Footnote memiliki format tersendiri yang perlu kamu ikuti. Berbeda sumber maka berbeda pula format yang harus kamu tulis. Di bawah ini merupakan format untuk penulisan footnote yang bersumber dari jurnal.

Nomor urutan kutipan Nama penulis atau penyusun artikel, “Judul artikel” (format italic atau miring), Nama Jurnal (beserta volume, nomor, tahun penerbitan, serta nomor halaman).

Setelah mengetahui formatnya, perhatikan contoh di bawah ini untuk lebih memahami bagaimana cara pembuatan footnote menggunakan sumber jurnal.

1Mohammad Ali, “Representasi Kebiasaan Normal Menggunakan Pendidikan Plural”. Analisis dan Evaluasi Pendidikan. Vol. 4 No. 4. 2013, hal. 121.

Membuat Footnote dari Internet

Membuat Footnote dari Internet

Tak hanya artikel dari jurnal, artikel yang kamu jumpai di internet juga bisa menjadi sumber yang valid untuk sebuah karya tulis. Namun perlu kamu catat bahwa sumber yang kamu gunakan sebaiknya memiliki kredibilitas yang baik. Jangan mengambil sumber dari blog yang tidak jelas kebenarannya.

Cara membuat footnote di word yang bersumber dari artikel di internet bisa kamu simak pada penjelasan di bawah ini.

1. Temukan Artikel di Internet

Ketika kamu akan membuat footnote dengan sumber atau referensi dari internet, tentu harus membuka artikelnya terlebih dahulu. Ada beberapa hal juga yang perlu kamu catat ketika tengah membuka artikel di internet, yaitu:

  • Nama penulis artikel atau berita
  • Judul artikel atau berita
  • URL atau link
  • Tahun penerbitan artikel
  • Tanggal akses

Informasi di atas harus kamu catat karena kamu akan menggukannya ketika akan membuat footnote nanti.

2. Siapkan File Word

Setelah itu, kamu juga perlu membuka file word karya tulis yang akan kamu berikan footnote. Cari dan temukan bagian dari karya tulis yang akan kamu berikan footnote. Jika sudah menemukan bagian yang tepat, sekarang kamu dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

3. Buat Footnote Sesuai Format

Sebenarnya, Word 2010 ke atas sudah memiliki menu khusus untuk membuat footnote. Formatnya pun sudah tersedia. Namun kamu tetap harus memahami format yang tepat untuk menuliskan catatan kaki supaya tidak terjadi kesalahan. Berikut ini formatnya.

Nomor urutan kutipan Nama penulis artikel atau berita, “Judul artikel atau berita yang dicetak miring atau italic” (Link atau URL, tanggal akses, tahun penerbitan artikel)

Dari format di atas, kamu akan membuat footnote atau catatan kaki seperti contoh di bawah ini.

2Surya Permana, “Cara Membuat Lumpia” (https://masakmasak.com/cara-buat-lumpia/, Diakses pada 1 April 2021, 2021)

Membuat Footnote dari Buku

Membuat Footnote dari Buku

Buku merupakan salah satu sumber penulisan karya ilmiah yang paling sering orang lain pakai. Oleh karena itu, kamu juga wajib memahami cara membuat footnote yang bersumber dari buku. Berikut ini penjelasannya.

– Satu Pengarang

Buku yang paling banyak dijumpai umumnya dibuat oleh satu orang pengarang atau penulis. Jika kamu menggunakan buku yang seperti ini, gunakan format berikut.

Nomor urutan Kutipan Nama Penulis atau Pengarang, Judul buku dicetak miring (Nama Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Penerbitan), hal. Nomor halaman yang dikutip.

Jadi, contohnya seperti ini:

3Wardono Siswoyo, Pendekatan Ilmu Agama dalam Masyarakat (Bandung: Mazani, 2013), hal, 32.

– Dua – Tiga Pengarang

Apabila kamu menggunakan buku yang jumlah pengarangnya dua sampai tiga orang, semua namanya harus ada di dalam footnote. Supaya tidak bingung, sebaiknya ikuti format yang ada di bawah ini.

Nomor urutan Kutipan Nama Penulis atau Pengarang 1 dan Nama Penulis atau Pengarang 2 dan Nama Penulis atau Pengarang 3, Judul buku dicetak miring (Nama Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Penerbitan), hal. Nomor halaman yang kamu kutip.

Contoh penggunanya ada di bawah ini:

4Ahmad Dahlan dan Ismail Marzuki dan Subagyo, Pengaruh Atom dalam Perkembangan Benda (Jakarta: PT Tunas Abadi), hal. 21.

– Lebih dari Tiga Pengarang

Jika ada lebih dari tiga penulis, maka kamu wajib mencantumkan hanya penulis pertama. Sementara yang lain ditulis dengan nama dkk. Formatnya sama saja seperti sebelumnya. Jadi, perhatikan contohnya saja di bawah ini.

5Kusyanto dkk., Bahasa Jawa Untuk Sekolah Dasar (Surakarta: PT Maju Bersama, 2005), hal .10.

– Buku Terjemahan

Buku hasil terjemahan juga dapat kamu pakai untuk referensi dalam penulisan karya ilmiah. Tentu saja penulisannya menggunakan format berbeda. Berikut ini format beserta contohnya.

Nomor urutan Kutipan Nama Penulis atau Pengarang, Judul buku dicetak miring, Terj. Nama Penerjemah Buku (Nama Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Penerbitan), hal. Nomor halaman yang kamu kutip.

Contoh:

6Christopher Colombus, Sejarah Pelayaran Dunia, Terj. Basuki Rahman (Jakarta: Karya Jasa, 1996), hal. 107.

Membuat Footnote dari Skripsi

Membuat Footnote dari Skripsi

Cara membuat footnote terakhir yang perlu kamu pahami adalah bersumber dari skripsi. Formatnya tidak begitu rumit, yaitu:

Nomor urutan kutipan Nama Penyusun, Skripsi: “judul skripsi dengan format italic” (Kota penerbitan: nama penerbit, tahun penerbitan), halaman yang kamu kutip.

Jadi, contohnya adalah:

7Joko Sampurno, Skripsi: “Perkembangan Struktur Ekonomi Kelas Menengah di Era Modern” (Semarang: USM, 2007), hal. 76.

Setelah memahami cara membuat footnote seperti di atas, sekarang kamu bisa langsung membuatnya di Word. Gunakan Word 2016 atau yang lebih baru supaya pembuatan catatan kaki lebih mudah dan kamu bisa melakukannya secara otomatis.

Tinggalkan komentar